Selasa, 22 Februari 2011

Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo

Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo merupakan bukti perkembangan pasar tradisional yang mengikuti perubahan zaman di Kota Yogyakarta. Kemarin Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto meresmikan pasar yang terbagi menjadi zona busana dan kuliner ini. ”Metro Beringharjo ini menunjukkan adanya peradaban baru di pasar tradisional yang dimulai dari Kota Yogyakarta. Sebuah pasar dapat tetap disebut sebagai pasar tradisional namun juga harus terus melakukan perubahan agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan dari masyarakat,” kata Herry.

Herry menuturkan, masyarakat akan selalu menginginkan tempat berbelanja yang aman, nyaman, bersih, barang berkualitas baik,dan ada unsur rekreasi,seperti di sebuah pusat perbelanjaan modern.Untuk mengikuti perkembangan tersebut, pasar tradisional tidak harus identik dengan manajemen yang tradisional, tapi juga bisa dikelola dengan manajemen modern sehingga tidak kalah bersaing dengan pasar modern.

”Saya berharap pedagang di Metro Beringharjo dapat selalu mengutamakan pelayanan yang baik dengan memperjualbelikan produk berkualitas baik dengan harga yang bersaing. Semoga hal ini dapat dicontoh oleh pasar lainnya,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ardianto menuturkan, pihaknya masih mempertanyakan pengelolaan Metro Beringharjo ke depannya.

Untuk diketahui, pembangunan Metro Beringharjo ini dibiayai penuh oleh para pedagang sendiri. Jika memang bangunan tersebut menjadi aset milik Pemkot Yogyakarta, sudah seharusnya Pemkot Yogyakarta ikut membiayai pembangunan tersebut. ”Kalau sekarang yang membiayai pembangunan secara keseluruhan adalah pedagang maka yang menjadi pertanyaan, bagaimana pengelolaan Metro Beringharjo ini ke depan?”ujarnya.

Jika melihat inovasi perkembangan pasar tradisional, keberadaan pendirian inovasi Metro Beringharjo tentu harus disambut baik. Ide tersebut merupakan sebuah solusi atas mangkraknya beberapa kios yang ada di Beringharjo selama beberapa waktu lamanya. ”Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Pengelolaan Pasar, kios di pasar yang mangkrak selama tiga bulan berturut-turut maka diperbolehkan untuk dicabut,” ungkapnya.

Ardianto berharap lantai 3 Pasar Beringharjo yang kondisinya tidak terlalu baik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan serupa, yaitu untuk menampung hasil karya perajin logam. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menjelaskan, lokasi Metro Beringharjo tersebut pada awalnya lokasi yang mangkrak.

Inovasi yang dilakukan oleh para pedagang Pasar Beringharjo tersebut terinspirasi dari masukan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto. ”Prinsip utama di Metro Beringharjo adalah sebuah lokasi belanja yang bersih, aman, nyaman, dan menyediakan barang berkualitas bagus,” ungkapnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar