Selasa, 22 Februari 2011

Diduga mengalami gizi buruk

Diduga mengalami gizi buruk, bayi berusia dua tahun, Sherilla Kayla,kemarin meninggal dunia.Umumnya, bayi seusia Sherilla berat badannya sekitar 11 kilogram, namun bobot buah hati pasangan Radial Rofiq, dan Sholikah warga RT 3 RW 4 Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini hanya 7,5 kilogram.

Berdasar data,di Kecamatan Tahunan saat ini ada tiga anak penderita gizi buruk,yakni Aprilia Rahmawati Desa Petekeyan, Riyaksa Desa Senenan, dan terakhir Sherillia yang akhirnya meninggal dunia. Sementara anak yang kurus namun masuk kategori biasa dan dalam penanganan ada 23 anak. Ayah Sherilla bernama Rofiq mengatakan kondisi kesehatan anaknya terus menurun sejak empat hari terakhir.

Minggu (20/2), ia membawa Sherilla ke RSUD Kartini untuk mendapat perawatan semestinya.Oleh pihak rumah sakit, Sherilla diindikasikan menderita penyakit komplikasi,yakni gizi buruk, diare, flak paru-paru, dan kelainan jantung. Namun anehnya, meski sudah jelas kalau salah satu yang diidap Sherilla adalah gizi buruk, dokter yang merawat hanya memberi obat diare, bukannya obat untuk penambah gizi.

“Ini yang saya sayangkan. Entah langkah dokter itu ada kaitannya atau tidak, yang pasti anak saya akhirnya meninggal Minggu malam,” papar Rofiq kemarin. Menurut Rofiq, vonis gizi buruk yang diderita anaknya sebenarnya sudah diketahuinya sejak Sherilla berumur delapan bulan.Waktu itu, Sherilla dibawa ke Puskesmas Tahunan. Selain divonis gizi buruk, Sherilla diketahui mengidap penyakit paru-paru. “Namun anehnya, tidak ada penanganan khusus.

Anak saya hanya diberi susu dan biskuit oleh pihak puskesmas,” ucapnya. Karena dirasa pelayanan dari puskesmas tidak memuaskan,awal 2011 Rofiq dan istrinya meminta bantuan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara. Pihak DKK berjanji akan meninjau rumahnya secara langsung. “Namun, satu bulan saya tunggu, DKK ternyata tidak jadi meninjau,”ucapnya.

Dokter Puskesmas Tahunan Jepara dr Diny Noor Khayati yang menangani Sherilla menjelaskan, kematian Sherilla bukan karena gizi buruk tapi lebih disebabkan komplikasi, yakni kelainan paru-paru dan jantung. Kelainan paru-paru inilah yang akhirnya menyebabkan gizi buruk.“Karena paru-parunya ada masalah, Sherilla susah makan dan akhirnya gizi buruk. Jadi ada penyebab awalnya,” bebernya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kartini Jepara Dwi Susilowati menegaskan kematian Sherilla murni bukan gizi buruk. Itu akibat kelainan jantung yang merupakan penyakit turunan dari orang tuanya. “Kelainan jantung ini penyebab utama Sherilla tidak mau makan dan menyebabkan gizi buruk,”tandasnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Diduga mengalami gizi buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar