Kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan kemarin terjadi di Jalan Raya Ambarawa-Magelang, tepatnya di Dusun Ngisrep, Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Truk tronton sarat muatan pupuk Kujang mengalami rem blong dan menabrak tujuh kendaraan yang ada di depannya sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan satu orang dan 18 orang lainnya lukaluka. Korban tewas Taufik Doni Setiawan, 27, warga Gajah I RT 07/IV Semarang Timur akibat mengalami luka serius di kepala. Sedangkan isterinya, Putri,25, mengalamipatah kaki kanan hingga nyaris putus.
Keduanya mengendarai kendaraan roda dua dari arah Utara (Ambarawa). Korban tewas disemayamkan di RSUD Ambarawa. Informai di lokasi kejadian menyebutkan, tabrakan beruntun terjadi saat truk bermuatan delapan ton pupuk itu mengalami rem blong saat menuruni tanjakan ketekan Jambu. Akibatnya, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak kendaraan di depannya.
“Seingat saya, yang searah dengan saya satu mobil yang saya tabrak.Setelah itu tidak tahu selanjutnya,” ungkap sopir truk, Subur Hadi, 56, warga Tempel, Kendal yang dirawat di RS Bina Kasih Ambarawa. Subur mengaku sulit mengendalikan laju mobil saat rem blong. “Stir rasanya berat sekali. Saya coba kurangi gigi persneling, namun tidak mau,”paparnya.
Subur menuturkan,setelah rem blong truk yang dikendarainya menabrak Suzuki Carry H 8046 SS.Truk terus melaju ke arah kanan dan menghantam Panther hijau B 9979 IJ,mobil boks Panther AD 1730 ZB yang melaju dari arah Ambarawa dan empat kendaraan roda dua sekaligus. Akibatnya, bagian atap Panther hijau ringsek. Sementara mobil boks hanya ringsek di bagian bamper depan. Setelah menabrak tujuh kendaraan, truk kemudian nyungsep ke jurang sedalam tiga meter yang berada di sisi kanan jalan.
Kernet mobil boks Anwar, 20 warga Boyolali mengaku tiba-tiba mendengar suara benturan keras. “Posisi saya dideret paling belakang,” katanya. Saksi lain menjelaskan, mobil dari arah Ambarawa ini tidak menyadari bila ada truk oleng karena belum melewati tanjakan. “Pengendara tidak menyadari ada kendaraan dari depan, karena terhalang tanjakan,”ujar Sri Winarti,37, penjaga warung di sekitar lokasi kejadian.
Akibat kecelakaan tersebut, ruas jalan tersebut mengalami kemacetan hingga 1 km,baik ke arah Magelang maupun sebaliknya. Kasat Lantas Polres Semarang AKP Antonius Anang menerangkan, pihaknya masih memfokuskan pada evakuasi korban.Penyebab kecelakaan ini masih diselidiki.“ Data awal satu tewas dan 18 lainnya mengalami luka-luka,” katanya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan.
Selasa, 22 Februari 2011
Lembaga Swadaya Masyarakat
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Amuk Kota Tegal menuntut pemecatan pegawai negeri sipil (PNS) yang positif menggunakan narkoba. Itu merupakan keharusan bila PNS terhindar dari penggunaan zat terlarang tersebut. Koordinator LSM Amuk Kota Tegal Komar Raenudin mengatakan,sanksi pemecatan itu merupakan harga mati bagi PNS yang positif menggunakan narkoba.
Bila perlu, pemecatan PNS dilakukan bagi mereka yang positif menggunakan narkoba,” katanya kemarin. Kemarin sekitar 150 orang PNS yang terdiri atas 50 petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), 45 orang dari staf Kecamatan Margadana, dan 55 dari staf Kecamatan Tegal Timur melakukan tes urine narkoba.
Selain itu, 50 orang petugas Penjaga Perlintasan Kereta Api (PJL KA) juga tampak ikut serta dalam kegiatan tersebut.Tes urine dilakukan oleh Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK) Tegal kemarin Komar menerangkan, sanksi tersebut perlu dilakukan lantaran PNS merupakan pelayan masyarakat yang menjadi contoh warga setempat. Untuk memberikan efek jera,pemkot hendaknya transparan atau memublikasikan hasil pemeriksaan tes urine kepada PNS yang positif menggunakan narkoba.
Selain itu, pemkot hendaknya lebih sering mengadakan tes urine, maksimal satu bulan sekali untuk mengurangi pemakaian narkoba terhadap PNS. Ketua BNK Tegal Habib Ali Zaenal Abidin mengatakan hasil tes urine tersebut tidak dapat dipublikasikan karena itu bukan wewenang BNK, melainkan wewenang wali kota.“Itu (hasil tes urine) rahasia dan hanya wali kota yang berhak memutuskan bila kedapatan PNS yang positif menggunakan narkoba,” papar Habib ditemui di ruangannya kemarin.
Kendati demikian, BNK bertekad untuk mengondusifkan Kota Tegal agar terhindar dari peredaran narkoba bersama jajaran Polres Tegal Kota, Dinas Kesehatan, dan Wali Kota Tegal. “Pemkot tidak akan memaafkan para PNS dan lainnya yang menggunakan narkoba,” tandasnya. Lingkungan kota termasuk di dalamnya adalah jajaran PNS harus steril dari penggunaan narkoba sehingga BNK gencar melakukan tes urine dan juga sosialisasi pencegahan narkoba lainnya.
Bahkan, BNK telah melakukan kegiatan pencegahan narkoba ke lingkungan pelajar dengan alasan usia remaja merupakan usia rentan tergoda mengonsumsi narkoba. “Deteksi dini terhadap pencegahan narkoba selalu kami lakukan, termasuk di kalangan pelajar,” ungkapnya. Jumlah kasus tindak pidana narkoba di Kota Tegal dari tahun 2007 hingga 2010. Berdasarkan data di Polres Tegal Kota,2007 lalu terdapat 17 kasus narkoba yang berhasil diungkap dengan jumlah tersangka 21 orang.
Angka ini menurun tahun 2008 dengan jumlah kasus 11, tersangkanya 18 orang. Pada 2009 naik menjadi 32 kasus yang diungkap dengan jumlah tersangka 46 orang.Sementara dari Januari sampai dengan Oktober 2010, kasus narkoba yang terungkap sekitar 19 kasus dengan jumlah tersangkanya 25 orang. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Lembaga Swadaya Masyarakat.
Bila perlu, pemecatan PNS dilakukan bagi mereka yang positif menggunakan narkoba,” katanya kemarin. Kemarin sekitar 150 orang PNS yang terdiri atas 50 petugas Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), 45 orang dari staf Kecamatan Margadana, dan 55 dari staf Kecamatan Tegal Timur melakukan tes urine narkoba.
Selain itu, 50 orang petugas Penjaga Perlintasan Kereta Api (PJL KA) juga tampak ikut serta dalam kegiatan tersebut.Tes urine dilakukan oleh Badan Narkotika Kota/Kabupaten (BNK) Tegal kemarin Komar menerangkan, sanksi tersebut perlu dilakukan lantaran PNS merupakan pelayan masyarakat yang menjadi contoh warga setempat. Untuk memberikan efek jera,pemkot hendaknya transparan atau memublikasikan hasil pemeriksaan tes urine kepada PNS yang positif menggunakan narkoba.
Selain itu, pemkot hendaknya lebih sering mengadakan tes urine, maksimal satu bulan sekali untuk mengurangi pemakaian narkoba terhadap PNS. Ketua BNK Tegal Habib Ali Zaenal Abidin mengatakan hasil tes urine tersebut tidak dapat dipublikasikan karena itu bukan wewenang BNK, melainkan wewenang wali kota.“Itu (hasil tes urine) rahasia dan hanya wali kota yang berhak memutuskan bila kedapatan PNS yang positif menggunakan narkoba,” papar Habib ditemui di ruangannya kemarin.
Kendati demikian, BNK bertekad untuk mengondusifkan Kota Tegal agar terhindar dari peredaran narkoba bersama jajaran Polres Tegal Kota, Dinas Kesehatan, dan Wali Kota Tegal. “Pemkot tidak akan memaafkan para PNS dan lainnya yang menggunakan narkoba,” tandasnya. Lingkungan kota termasuk di dalamnya adalah jajaran PNS harus steril dari penggunaan narkoba sehingga BNK gencar melakukan tes urine dan juga sosialisasi pencegahan narkoba lainnya.
Bahkan, BNK telah melakukan kegiatan pencegahan narkoba ke lingkungan pelajar dengan alasan usia remaja merupakan usia rentan tergoda mengonsumsi narkoba. “Deteksi dini terhadap pencegahan narkoba selalu kami lakukan, termasuk di kalangan pelajar,” ungkapnya. Jumlah kasus tindak pidana narkoba di Kota Tegal dari tahun 2007 hingga 2010. Berdasarkan data di Polres Tegal Kota,2007 lalu terdapat 17 kasus narkoba yang berhasil diungkap dengan jumlah tersangka 21 orang.
Angka ini menurun tahun 2008 dengan jumlah kasus 11, tersangkanya 18 orang. Pada 2009 naik menjadi 32 kasus yang diungkap dengan jumlah tersangka 46 orang.Sementara dari Januari sampai dengan Oktober 2010, kasus narkoba yang terungkap sekitar 19 kasus dengan jumlah tersangkanya 25 orang. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Lembaga Swadaya Masyarakat.
Diduga mengalami gizi buruk
Diduga mengalami gizi buruk, bayi berusia dua tahun, Sherilla Kayla,kemarin meninggal dunia.Umumnya, bayi seusia Sherilla berat badannya sekitar 11 kilogram, namun bobot buah hati pasangan Radial Rofiq, dan Sholikah warga RT 3 RW 4 Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini hanya 7,5 kilogram.
Berdasar data,di Kecamatan Tahunan saat ini ada tiga anak penderita gizi buruk,yakni Aprilia Rahmawati Desa Petekeyan, Riyaksa Desa Senenan, dan terakhir Sherillia yang akhirnya meninggal dunia. Sementara anak yang kurus namun masuk kategori biasa dan dalam penanganan ada 23 anak. Ayah Sherilla bernama Rofiq mengatakan kondisi kesehatan anaknya terus menurun sejak empat hari terakhir.
Minggu (20/2), ia membawa Sherilla ke RSUD Kartini untuk mendapat perawatan semestinya.Oleh pihak rumah sakit, Sherilla diindikasikan menderita penyakit komplikasi,yakni gizi buruk, diare, flak paru-paru, dan kelainan jantung. Namun anehnya, meski sudah jelas kalau salah satu yang diidap Sherilla adalah gizi buruk, dokter yang merawat hanya memberi obat diare, bukannya obat untuk penambah gizi.
“Ini yang saya sayangkan. Entah langkah dokter itu ada kaitannya atau tidak, yang pasti anak saya akhirnya meninggal Minggu malam,” papar Rofiq kemarin. Menurut Rofiq, vonis gizi buruk yang diderita anaknya sebenarnya sudah diketahuinya sejak Sherilla berumur delapan bulan.Waktu itu, Sherilla dibawa ke Puskesmas Tahunan. Selain divonis gizi buruk, Sherilla diketahui mengidap penyakit paru-paru. “Namun anehnya, tidak ada penanganan khusus.
Anak saya hanya diberi susu dan biskuit oleh pihak puskesmas,” ucapnya. Karena dirasa pelayanan dari puskesmas tidak memuaskan,awal 2011 Rofiq dan istrinya meminta bantuan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara. Pihak DKK berjanji akan meninjau rumahnya secara langsung. “Namun, satu bulan saya tunggu, DKK ternyata tidak jadi meninjau,”ucapnya.
Dokter Puskesmas Tahunan Jepara dr Diny Noor Khayati yang menangani Sherilla menjelaskan, kematian Sherilla bukan karena gizi buruk tapi lebih disebabkan komplikasi, yakni kelainan paru-paru dan jantung. Kelainan paru-paru inilah yang akhirnya menyebabkan gizi buruk.“Karena paru-parunya ada masalah, Sherilla susah makan dan akhirnya gizi buruk. Jadi ada penyebab awalnya,” bebernya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kartini Jepara Dwi Susilowati menegaskan kematian Sherilla murni bukan gizi buruk. Itu akibat kelainan jantung yang merupakan penyakit turunan dari orang tuanya. “Kelainan jantung ini penyebab utama Sherilla tidak mau makan dan menyebabkan gizi buruk,”tandasnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Diduga mengalami gizi buruk.
Berdasar data,di Kecamatan Tahunan saat ini ada tiga anak penderita gizi buruk,yakni Aprilia Rahmawati Desa Petekeyan, Riyaksa Desa Senenan, dan terakhir Sherillia yang akhirnya meninggal dunia. Sementara anak yang kurus namun masuk kategori biasa dan dalam penanganan ada 23 anak. Ayah Sherilla bernama Rofiq mengatakan kondisi kesehatan anaknya terus menurun sejak empat hari terakhir.
Minggu (20/2), ia membawa Sherilla ke RSUD Kartini untuk mendapat perawatan semestinya.Oleh pihak rumah sakit, Sherilla diindikasikan menderita penyakit komplikasi,yakni gizi buruk, diare, flak paru-paru, dan kelainan jantung. Namun anehnya, meski sudah jelas kalau salah satu yang diidap Sherilla adalah gizi buruk, dokter yang merawat hanya memberi obat diare, bukannya obat untuk penambah gizi.
“Ini yang saya sayangkan. Entah langkah dokter itu ada kaitannya atau tidak, yang pasti anak saya akhirnya meninggal Minggu malam,” papar Rofiq kemarin. Menurut Rofiq, vonis gizi buruk yang diderita anaknya sebenarnya sudah diketahuinya sejak Sherilla berumur delapan bulan.Waktu itu, Sherilla dibawa ke Puskesmas Tahunan. Selain divonis gizi buruk, Sherilla diketahui mengidap penyakit paru-paru. “Namun anehnya, tidak ada penanganan khusus.
Anak saya hanya diberi susu dan biskuit oleh pihak puskesmas,” ucapnya. Karena dirasa pelayanan dari puskesmas tidak memuaskan,awal 2011 Rofiq dan istrinya meminta bantuan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara. Pihak DKK berjanji akan meninjau rumahnya secara langsung. “Namun, satu bulan saya tunggu, DKK ternyata tidak jadi meninjau,”ucapnya.
Dokter Puskesmas Tahunan Jepara dr Diny Noor Khayati yang menangani Sherilla menjelaskan, kematian Sherilla bukan karena gizi buruk tapi lebih disebabkan komplikasi, yakni kelainan paru-paru dan jantung. Kelainan paru-paru inilah yang akhirnya menyebabkan gizi buruk.“Karena paru-parunya ada masalah, Sherilla susah makan dan akhirnya gizi buruk. Jadi ada penyebab awalnya,” bebernya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kartini Jepara Dwi Susilowati menegaskan kematian Sherilla murni bukan gizi buruk. Itu akibat kelainan jantung yang merupakan penyakit turunan dari orang tuanya. “Kelainan jantung ini penyebab utama Sherilla tidak mau makan dan menyebabkan gizi buruk,”tandasnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Diduga mengalami gizi buruk.
Tersangka dugaan gratifikasi
Tersangka dugaan gratifikasi buku ajar Rp500 juta Gendut Sudarto tetap bersikukuh,transfer uang dari Murad Irawan ke Pemkab Bantul merupakan uang pinjaman. Sekda Bantul tersebut juga menegaskan dalam dugaan kasus tersebut, tidak ada pihak lain yang terlibat selain dirinya sendiri. Kasi Penyidikan pada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY Dadang Darussalam mengatakan, Gendut dipanggil lagi oleh penyidik menyangkut materi perkara. ”Panggilan pertama lalu masih tupoksi, yang kedua ini sudah menyentuh materi kasus.
Ada 16 pertanyaan yang diajukan penyidik,” katanya kemarin. Pertanyaan yang diajukan antara lain menyangkut transfer dana dari mana, untuk keperluan, siapa saja yang terlibat,dan lainnya.Dari pertanyaan itu, jawaban Gendut masih sama seperti yang ditulis di media massa selama ini.”Dia (Gendut) bersikukuh bahwa uang tersebut adalah pinjaman.Tidak ada pihak lain yang terlibat selain dirinya sendiri,” ungkap Dadang Darussalam.
Gendut juga sudah mengembalikan uang Rp500 tersebut dalam empat kali angsuran, masingmasing Rp200 juta, Rp110 juta, Rp90 juta, dan Rp100 juta. ”Ada empat kuitansi pengembaliannya.Namun, tetap saja itu tidak mengubah dugaan perkara gratifikasi. Karena aturannya adalah siapa pun yang menerima pinjaman dari pihak lain di atas Rp10 juta, wajib melaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maksimal satu bulan setelah dana itu dikucurkan.
Apalagi Gendut adalah seorang pejabat,”tandasnya. Disinggung apakah penyidik akan menanyakan keterlibatan orang lain selain Gendut, Dadang mengatakan memungkinkan melakukannya. Sampai saat ini Gendut memang tidak menyebut adanya pihak lain dari Pemkab Bantul yang terlibat dalam dugaan kasus yang melilitnya. ”Nanti saat dilimpahkan ke penuntutan, jaksa penyidik nanti bisa mengajukan tambahan menanyakan hal itu. Saat ini Gendut masih belum bicara.
Siapa tahu pas tahap penuntutan, dia berani bicara apa adanya,”paparnya. Lebih lanjut Dadang mengatakan, sejak Gendut ditahan di Rutan Wirogunan, pihak penasihat hukum maupun Pemkab Bantul sudah mengajukan permohonan penangguhan. ”Bupati Bantul sudah mengajukan. Namun kita tolak, kalau mengizinkan, berarti kita plin-plan. Kalau ditahan, ya ditahan saja,”tandasnya.
Usai menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam, dari pukul 10.00 sampai 16.45 WIB,Gendut tampak menghindari wartawan yang sudah mencegatnya sejak pagi hari. Saat keluar dari ruang pemeriksaan,Gendut berjalan sendirian di depan para wartawan dengan alasan ke toilet.”Nanti ya, saya ke toilet dulu, biar plong,” kata Gendut. Setelah 15 menit, Gendut tidak kembali ke ruang pemeriksaan meski dua penasihat hukumnya masih berada di ruang pemeriksaan.
Ternyata,Gendut mengelabui wartawan. Setelah dari toilet, dia langsung turun menuju mobil Kejati DIY yang membawanya kembali ke Rutan Wirogunan. Saat hendak dikonfirmasi kepada penasihat hukumnya, yang bersangkutan minta izin sembahyang dulu. Ternyata, itu juga alasan mengelabui wartawan.
”Saya sembahyang dulu, tunggu saja,” ucapnya. Di bagian lain, sejumlah perangkat Pemkab Bantul menyempatkan membesuk Gendut di Kejati DIY saat istirahat siang. Mereka sebelumnya ke Rutan Wirogunan, namun karena Gendut sedang menjalani pemeriksaan di Kejati DIY, para abdi negara ini kemudian menyusul ke Kejati DIY. Para penyidik Kejati DIY mengizinkan mereka menemui Gendut sekitar 30 menit di ruang pemeriksaan. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Tersangka dugaan gratifikasi.
Ada 16 pertanyaan yang diajukan penyidik,” katanya kemarin. Pertanyaan yang diajukan antara lain menyangkut transfer dana dari mana, untuk keperluan, siapa saja yang terlibat,dan lainnya.Dari pertanyaan itu, jawaban Gendut masih sama seperti yang ditulis di media massa selama ini.”Dia (Gendut) bersikukuh bahwa uang tersebut adalah pinjaman.Tidak ada pihak lain yang terlibat selain dirinya sendiri,” ungkap Dadang Darussalam.
Gendut juga sudah mengembalikan uang Rp500 tersebut dalam empat kali angsuran, masingmasing Rp200 juta, Rp110 juta, Rp90 juta, dan Rp100 juta. ”Ada empat kuitansi pengembaliannya.Namun, tetap saja itu tidak mengubah dugaan perkara gratifikasi. Karena aturannya adalah siapa pun yang menerima pinjaman dari pihak lain di atas Rp10 juta, wajib melaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) maksimal satu bulan setelah dana itu dikucurkan.
Apalagi Gendut adalah seorang pejabat,”tandasnya. Disinggung apakah penyidik akan menanyakan keterlibatan orang lain selain Gendut, Dadang mengatakan memungkinkan melakukannya. Sampai saat ini Gendut memang tidak menyebut adanya pihak lain dari Pemkab Bantul yang terlibat dalam dugaan kasus yang melilitnya. ”Nanti saat dilimpahkan ke penuntutan, jaksa penyidik nanti bisa mengajukan tambahan menanyakan hal itu. Saat ini Gendut masih belum bicara.
Siapa tahu pas tahap penuntutan, dia berani bicara apa adanya,”paparnya. Lebih lanjut Dadang mengatakan, sejak Gendut ditahan di Rutan Wirogunan, pihak penasihat hukum maupun Pemkab Bantul sudah mengajukan permohonan penangguhan. ”Bupati Bantul sudah mengajukan. Namun kita tolak, kalau mengizinkan, berarti kita plin-plan. Kalau ditahan, ya ditahan saja,”tandasnya.
Usai menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam, dari pukul 10.00 sampai 16.45 WIB,Gendut tampak menghindari wartawan yang sudah mencegatnya sejak pagi hari. Saat keluar dari ruang pemeriksaan,Gendut berjalan sendirian di depan para wartawan dengan alasan ke toilet.”Nanti ya, saya ke toilet dulu, biar plong,” kata Gendut. Setelah 15 menit, Gendut tidak kembali ke ruang pemeriksaan meski dua penasihat hukumnya masih berada di ruang pemeriksaan.
Ternyata,Gendut mengelabui wartawan. Setelah dari toilet, dia langsung turun menuju mobil Kejati DIY yang membawanya kembali ke Rutan Wirogunan. Saat hendak dikonfirmasi kepada penasihat hukumnya, yang bersangkutan minta izin sembahyang dulu. Ternyata, itu juga alasan mengelabui wartawan.
”Saya sembahyang dulu, tunggu saja,” ucapnya. Di bagian lain, sejumlah perangkat Pemkab Bantul menyempatkan membesuk Gendut di Kejati DIY saat istirahat siang. Mereka sebelumnya ke Rutan Wirogunan, namun karena Gendut sedang menjalani pemeriksaan di Kejati DIY, para abdi negara ini kemudian menyusul ke Kejati DIY. Para penyidik Kejati DIY mengizinkan mereka menemui Gendut sekitar 30 menit di ruang pemeriksaan. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Tersangka dugaan gratifikasi.
Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo
Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo merupakan bukti perkembangan pasar tradisional yang mengikuti perubahan zaman di Kota Yogyakarta. Kemarin Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto meresmikan pasar yang terbagi menjadi zona busana dan kuliner ini. ”Metro Beringharjo ini menunjukkan adanya peradaban baru di pasar tradisional yang dimulai dari Kota Yogyakarta. Sebuah pasar dapat tetap disebut sebagai pasar tradisional namun juga harus terus melakukan perubahan agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan dari masyarakat,” kata Herry.
Herry menuturkan, masyarakat akan selalu menginginkan tempat berbelanja yang aman, nyaman, bersih, barang berkualitas baik,dan ada unsur rekreasi,seperti di sebuah pusat perbelanjaan modern.Untuk mengikuti perkembangan tersebut, pasar tradisional tidak harus identik dengan manajemen yang tradisional, tapi juga bisa dikelola dengan manajemen modern sehingga tidak kalah bersaing dengan pasar modern.
”Saya berharap pedagang di Metro Beringharjo dapat selalu mengutamakan pelayanan yang baik dengan memperjualbelikan produk berkualitas baik dengan harga yang bersaing. Semoga hal ini dapat dicontoh oleh pasar lainnya,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ardianto menuturkan, pihaknya masih mempertanyakan pengelolaan Metro Beringharjo ke depannya.
Untuk diketahui, pembangunan Metro Beringharjo ini dibiayai penuh oleh para pedagang sendiri. Jika memang bangunan tersebut menjadi aset milik Pemkot Yogyakarta, sudah seharusnya Pemkot Yogyakarta ikut membiayai pembangunan tersebut. ”Kalau sekarang yang membiayai pembangunan secara keseluruhan adalah pedagang maka yang menjadi pertanyaan, bagaimana pengelolaan Metro Beringharjo ini ke depan?”ujarnya.
Jika melihat inovasi perkembangan pasar tradisional, keberadaan pendirian inovasi Metro Beringharjo tentu harus disambut baik. Ide tersebut merupakan sebuah solusi atas mangkraknya beberapa kios yang ada di Beringharjo selama beberapa waktu lamanya. ”Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Pengelolaan Pasar, kios di pasar yang mangkrak selama tiga bulan berturut-turut maka diperbolehkan untuk dicabut,” ungkapnya.
Ardianto berharap lantai 3 Pasar Beringharjo yang kondisinya tidak terlalu baik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan serupa, yaitu untuk menampung hasil karya perajin logam. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menjelaskan, lokasi Metro Beringharjo tersebut pada awalnya lokasi yang mangkrak.
Inovasi yang dilakukan oleh para pedagang Pasar Beringharjo tersebut terinspirasi dari masukan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto. ”Prinsip utama di Metro Beringharjo adalah sebuah lokasi belanja yang bersih, aman, nyaman, dan menyediakan barang berkualitas bagus,” ungkapnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo.
Herry menuturkan, masyarakat akan selalu menginginkan tempat berbelanja yang aman, nyaman, bersih, barang berkualitas baik,dan ada unsur rekreasi,seperti di sebuah pusat perbelanjaan modern.Untuk mengikuti perkembangan tersebut, pasar tradisional tidak harus identik dengan manajemen yang tradisional, tapi juga bisa dikelola dengan manajemen modern sehingga tidak kalah bersaing dengan pasar modern.
”Saya berharap pedagang di Metro Beringharjo dapat selalu mengutamakan pelayanan yang baik dengan memperjualbelikan produk berkualitas baik dengan harga yang bersaing. Semoga hal ini dapat dicontoh oleh pasar lainnya,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Ardianto menuturkan, pihaknya masih mempertanyakan pengelolaan Metro Beringharjo ke depannya.
Untuk diketahui, pembangunan Metro Beringharjo ini dibiayai penuh oleh para pedagang sendiri. Jika memang bangunan tersebut menjadi aset milik Pemkot Yogyakarta, sudah seharusnya Pemkot Yogyakarta ikut membiayai pembangunan tersebut. ”Kalau sekarang yang membiayai pembangunan secara keseluruhan adalah pedagang maka yang menjadi pertanyaan, bagaimana pengelolaan Metro Beringharjo ini ke depan?”ujarnya.
Jika melihat inovasi perkembangan pasar tradisional, keberadaan pendirian inovasi Metro Beringharjo tentu harus disambut baik. Ide tersebut merupakan sebuah solusi atas mangkraknya beberapa kios yang ada di Beringharjo selama beberapa waktu lamanya. ”Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Pengelolaan Pasar, kios di pasar yang mangkrak selama tiga bulan berturut-turut maka diperbolehkan untuk dicabut,” ungkapnya.
Ardianto berharap lantai 3 Pasar Beringharjo yang kondisinya tidak terlalu baik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan serupa, yaitu untuk menampung hasil karya perajin logam. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menjelaskan, lokasi Metro Beringharjo tersebut pada awalnya lokasi yang mangkrak.
Inovasi yang dilakukan oleh para pedagang Pasar Beringharjo tersebut terinspirasi dari masukan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto. ”Prinsip utama di Metro Beringharjo adalah sebuah lokasi belanja yang bersih, aman, nyaman, dan menyediakan barang berkualitas bagus,” ungkapnya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Pusat Grosir Metro di Pasar Beringharjo.
Sabtu, 12 Februari 2011
Pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian
IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian lebih kepada Sumsel. Bahkan negara adikuasa itu siap bekerjasama dengan Sumsel diberbagai bidang.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, Stanley Harsha beserta rombongan di Griya Agung, Kamis (10/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Konjen AS Stanley Harsha menyampaikan pesan dari Duta Besar AS di Indonesia yang menyatakan AS siap bekerjasama diberbagai bidang dengan Provinsi Sumsel. Tidak hanya dibidang perdagangan, pertambangan, pariwisata dan industri, kerjasama bidang olahraga dan pendidikan pun ditawarkan pihak AS. “Kita sangat menyambut baik dengan adanya kunjungan Konjen AS ke Sumsel ini.
Ini artinya Sumsel merupakan salah satu daerah yang dilirik AS untuk berinvestasi dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita masyarakat Sumsel,”ujar Alex seusai menerima kunjungan Konjen AS. Jika tidak ada halangan, lanjut Alex, pada bulan April mendatang, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel akan datang ke Sumsel guna melakukan penjajakan kerjasama dengan Sumsel. ”Nanti mereka juga akan mengadakan lomba entrepreneurship challengger untuk mahasiswa se-Sumsel. Lomba ini akan dibuka langsung Dubes AS untuk Indonesia,”terang Alex. Sementara itu Asisten Bidang III Kesra Pemprov Sumsel Aidit Aziz menambahkan, Pemprov Sumsel akan menindaklanjuti pertemuan dengan Konjen AS tersebut.
”Kontribusi AS selama ini di Sumsel cukup baik, khususnya di bidang pendidikan.Mereka setiap tahun mengirim tiga sampai empat tenaga pendidik mereka untuk mengajar di universitas di Sumsel. Kita harapkan kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik, terlebih untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ungkap Aidit kemarin di Kantor Pemprov Sumsel.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, Stanley Harsha beserta rombongan di Griya Agung, Kamis (10/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Konjen AS Stanley Harsha menyampaikan pesan dari Duta Besar AS di Indonesia yang menyatakan AS siap bekerjasama diberbagai bidang dengan Provinsi Sumsel. Tidak hanya dibidang perdagangan, pertambangan, pariwisata dan industri, kerjasama bidang olahraga dan pendidikan pun ditawarkan pihak AS. “Kita sangat menyambut baik dengan adanya kunjungan Konjen AS ke Sumsel ini.
Ini artinya Sumsel merupakan salah satu daerah yang dilirik AS untuk berinvestasi dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita masyarakat Sumsel,”ujar Alex seusai menerima kunjungan Konjen AS. Jika tidak ada halangan, lanjut Alex, pada bulan April mendatang, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel akan datang ke Sumsel guna melakukan penjajakan kerjasama dengan Sumsel. ”Nanti mereka juga akan mengadakan lomba entrepreneurship challengger untuk mahasiswa se-Sumsel. Lomba ini akan dibuka langsung Dubes AS untuk Indonesia,”terang Alex. Sementara itu Asisten Bidang III Kesra Pemprov Sumsel Aidit Aziz menambahkan, Pemprov Sumsel akan menindaklanjuti pertemuan dengan Konjen AS tersebut.
”Kontribusi AS selama ini di Sumsel cukup baik, khususnya di bidang pendidikan.Mereka setiap tahun mengirim tiga sampai empat tenaga pendidik mereka untuk mengajar di universitas di Sumsel. Kita harapkan kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik, terlebih untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ungkap Aidit kemarin di Kantor Pemprov Sumsel.
Langganan:
Postingan (Atom)