Selasa, 22 Februari 2011

Kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan

Kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan kemarin terjadi di Jalan Raya Ambarawa-Magelang, tepatnya di Dusun Ngisrep, Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Truk tronton sarat muatan pupuk Kujang mengalami rem blong dan menabrak tujuh kendaraan yang ada di depannya sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan satu orang dan 18 orang lainnya lukaluka. Korban tewas Taufik Doni Setiawan, 27, warga Gajah I RT 07/IV Semarang Timur akibat mengalami luka serius di kepala. Sedangkan isterinya, Putri,25, mengalamipatah kaki kanan hingga nyaris putus.

Keduanya mengendarai kendaraan roda dua dari arah Utara (Ambarawa). Korban tewas disemayamkan di RSUD Ambarawa. Informai di lokasi kejadian menyebutkan, tabrakan beruntun terjadi saat truk bermuatan delapan ton pupuk itu mengalami rem blong saat menuruni tanjakan ketekan Jambu. Akibatnya, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak kendaraan di depannya.

“Seingat saya, yang searah dengan saya satu mobil yang saya tabrak.Setelah itu tidak tahu selanjutnya,” ungkap sopir truk, Subur Hadi, 56, warga Tempel, Kendal yang dirawat di RS Bina Kasih Ambarawa. Subur mengaku sulit mengendalikan laju mobil saat rem blong. “Stir rasanya berat sekali. Saya coba kurangi gigi persneling, namun tidak mau,”paparnya.

Subur menuturkan,setelah rem blong truk yang dikendarainya menabrak Suzuki Carry H 8046 SS.Truk terus melaju ke arah kanan dan menghantam Panther hijau B 9979 IJ,mobil boks Panther AD 1730 ZB yang melaju dari arah Ambarawa dan empat kendaraan roda dua sekaligus. Akibatnya, bagian atap Panther hijau ringsek. Sementara mobil boks hanya ringsek di bagian bamper depan. Setelah menabrak tujuh kendaraan, truk kemudian nyungsep ke jurang sedalam tiga meter yang berada di sisi kanan jalan.

Kernet mobil boks Anwar, 20 warga Boyolali mengaku tiba-tiba mendengar suara benturan keras. “Posisi saya dideret paling belakang,” katanya. Saksi lain menjelaskan, mobil dari arah Ambarawa ini tidak menyadari bila ada truk oleng karena belum melewati tanjakan. “Pengendara tidak menyadari ada kendaraan dari depan, karena terhalang tanjakan,”ujar Sri Winarti,37, penjaga warung di sekitar lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, ruas jalan tersebut mengalami kemacetan hingga 1 km,baik ke arah Magelang maupun sebaliknya. Kasat Lantas Polres Semarang AKP Antonius Anang menerangkan, pihaknya masih memfokuskan pada evakuasi korban.Penyebab kecelakaan ini masih diselidiki.“ Data awal satu tewas dan 18 lainnya mengalami luka-luka,” katanya. Demikian catatan online blog.grandong.com tentang Kecelakaan yang melibatkan tujuh kendaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar